Apa yang biasa membuat kita berhenti? Mungkin kalau tidak karena lelah, ya karena jatuh. :)
Aku beruntung, aku hidup di ruang lingkup yang luas dan...
“What if someone you love is happier without you? Will you leave?”
Saya berulang kali membaca pertanyaan itu… dan berpikir. Akankah saya...
Menjaga perasaan orang, menghindari kericuhan dan mengendalikan prasangka-prasangka buruk. Backstreet adalah caramu menyembunyikan raksasa hanya...
Tuhan.. Aku lelah menahan air mata ini.
Kiranya ketetapanMu sudah tak bisa kusangkal lagi..
Semoga setiap bulir yang jatuh beserta kekuatan agar ikhlas dalam menghadapi.
Seseorang yang begitu kamu sayang bahkan sudah kamu cintai.
Seseorang yang kamu tunggu.. Seseorang yang apapun kamu berikan.
Sempit waktumu, sibuk harimu, sesak perasaanmu, selalu kamu utamakan.
Ternyata..
Dia yang mempermalukan kamu. Dia yang menganggapmu begitu rendah.
Entah.. Tega itu bagaimana bisa.
Apa yang kamu rasakan kalau kamu mengalami ini pula……
Bukan.. Aku bukan sedang ingat mantan.
Hanya saja aku sadar. Sesuatu yang pernah diberikan untuk aku itu tak akan pernah terulang..
Bukan.. Aku tak menyesali kepergiannya, selain karena aku yang memang mempersilakan, tetapi memang ini tentang pilihan.
Saat ini aku tersenyum.. :’)
Ada saat kita mencintai sikapnya bukan dia. Ada saat kita membenci sikapnya tapi tidak orangnya.
Itu kamu.. Memang jauh berbeda dengan masa lalu.
Sepintas teringat..
Ternyata aku juga pernah menyiakan semua..
Semua yang saat ini aku menangis seakan mengemis kepada seseorang yang terlihat sedang bersama. Tapi mungkin tidak untuk hatinya.
Tuhan.. Permudah.
Seperti dulu Kau permudah yang padahal aku tak bisa..
Apa memang mungkin tak bisa dipermudah kalau memang pincang sebelah?
Ini bukan karma..
Aku yakin. Ini semesta.
Semesta yang begitu berimbang..
Relakan..
Apapun esok. Jangan aku merasakan kali lipatnya kesakitan masa laluku.
Begitu egoisnya doaku..
Masih sama seperti egoku terhadap yang telah berlalu.